Sabtu, 05 Oktober 2019

Review Buku #UNCENSORED


Pagiii Kakaaaak…
Eits, sorry. Salam dulu ya harusnya 😂😂😂😂
Assalamu’alaikum ..
Salam kenal dariku yang masih belajar ng-review buku, hehe.. semoga bermanfaat ya..
Okay! Tak kenal maka tak saling sapa, bukan 😉 Kenalin kak, namaku Aprilia Ulifatu Fadila. Temen-temen seringnya manggil aku “April”, “Kupril” kadang juga “Prily”.. suka-suka kalian deh manggil aku apa asal jangan “Paijo” ya, hahhaa.. karena sudah dipastikan aku ga bakal noleh kalau kalian panggil “Paijo”.
Ssssttt.. baru kali ini aku terjun ng-review buku, efek numpuk beberapa buku yang ada di rak dan aku pikir kenapa ga aku review buku-buku ini ya. Siapa tahu ada yang lagi nyari buku-buku tersebut dan pengen tahu isi bukunya terlebih dahulu sebelum beli, iya kan? Iya kan? iya-in aja ya hahahhaa 😂

Buku pertama yang pengen aku review kali ini, ditulis seorang banker dan menjabat sebagai Ibu dengan dua orang anak yang kalian bisa lihat di instagramnya nih yang lagi rameeee bangett https://www.instagram.com/olevelove/.

Judul bukunya “Uncensored” , dimana cover bukunya terdapat emoji terong yang disiram sama air 😋 eits, jangan mikir yang enggak-enggak dulu loh. Ini tuh beneran si penulis pengen aja bikin emoji itu! Kalau ada yang mikirnya si penulis mempresentasikan hal-hal yang berbau asusila, wah ituuu kudu dikuras bersih pikirannya hahahha…

Ini buku ya, seriously! Bikin aku buka mata pentingnya menjaga komunikasi dengan Pak Suami baik mengurus urusan rumahtangga maupun saat diranjang, Kak! DAN kewarasan Pak Suami ini juga perlu diperhatikan. Pokoknya dibuku ini dibahas deh blak-blakan soal pasutri. Disederet social media, kebanyakan dibahas kan pentingnya menjaga kewarasan istri, si Ratunya rumah hehehe. Dalam buku ini, NO! Si penulis juga membahas bahwa Pak Suami kudu waras juga, Kak! Untuk apa? Kan yang ngurus rumahtangga, Istri? Kan yang ngurus anak, Istri? Kan Pak Suami Cuma terima beres aja, yang penting transferan ke Istri lancar! Itu, kan tugas Pak Suami? Heeeyy Kaaak.. si Pak Suami juga punya hatii. Yang perluu ditanya, yang perlu dielus-elus, yang perlu dimanja-in ga hanya kita sebagai Istri minta “jatah” duwit bulanan.

Coba deh, sesekali ajak Pak Suami keluar berdua kayak jaman pacaran duluuu, Kak. Ajak ngobrol dari hati ke hatiii, siapa tahu ada uneg-uneg yang selama ini sungkan diobrolkan satu sama lain, hihi dengan jalan berdua siapa tahu masing-masing bisa terbuka. Eits, ini ga sembarangan ya Kak, efeknyaaa tuh gede banget! Kita bisa tahu pengennya pasangan itu kek gimana, maunya kek gimana, meski sama-sama capek setelaha rutinitas kerja baik Pak Suami atau Istri ya, atauu juga si Istri capek lantaran ngurus anak seharian eh harus ngurus Pak Suami. Eh tapii, kita sebagai Istri ga boleh egois! Karena Pak Suamii juga punya hati, Kak. Hehehe 😁

Wait! Aku kasih liat daftar isi dari buku #Uncensored Kak!
               


Nah, dari daftar isinya saja ya Kak, bisa dilihat tuh penting banget pembahasannya buat rumahtangga, eh apa aku aja ya yang ngerasa penting. Hahahha..

Okey, aku coba review 3 part saja ya ! Biar kalean penasaran wkwkkwkw…

Part 1 : PENTINGNYA MENJAGA KEWARASAN AYAH

Di part pertama ini, si Penulis pengen ngasih tahu ke kita, sebagai Istri, sebagai Ibuk.. Hallooo.. ini loh Pak Suami juga butuh kalian sayang, kalian peluk, kalian manja! Haha, yang kadang kita lebih mentingin anak ketimbang Pak Suami ya setelah kita punya anak, atau bisa jadi, karena kita kelelahan setelah kerja, setelah ngurus anak seharian dirumah membuat kita acuh dengan suami kita. Asal tanggungjawab kita, masak sudah selesai, rumah bersih, pakaian rapi sudah disetrika, kita bisa dibilang sudah selesai gitu dengan tugas sebagai Istri? Enggak donk! Si penulis pengen nunjukin, selelah apapun kita sebagai Istri, ayok ditengok si Pak Suami.. Dia juga butuh kita manja, dia juga butuh kita peluk, Pak Suami layaknya bayi besar kita juga Kak, yang perlu kita urus! Hehe jadi jangan kita cuekin selelah apapun kita. 😍

Part 2 :  CINTA MACET

Part kedua, si Penulis pengen nunjukin bahwa pentingnya kita nunjukin rasa sayang kita. Ga hanya ketika ada moment tertentu saja. Jangan sulit bilang “I Love You”. Usahakan setiap hari, setiap saat utarakan bahwa kita cinta pada pasangan. Coba deh, ciptakan quality time bareng Pak Suami. Entah saat perjalanan ke kantor, atau saat ng-teh bareng, coba Tanya-tanya, penilaian tentang “kita” kepada masing-masing pasangan sejujur-jujurnya. Karena keterbukaan dalam sebuah hubungan itu perlu, Kak! Kita bukan dukun yang bisa tahu, gimana hati pasangan kan apalagi maen kode-kodean, aduhhh! Udah ga jamannya bukan, langsung saja Kak! Kan sama pasangan halal kita, ngapain pake sungkan ya! Hahhaa, nih aku capture-in pentingnya ngomong “I Love You” ke pasangan :


Nah, Kak.. sudah tahu kan, betapaaa pentingnya ngomong “I Love You” ituu ke pasangan kita? 😘 So, yuk mulai sekarang dicoba, dijamin makin anget deh tiap hari hubungan kalian. Wkkwkwkwk.. kompor kali ya ngangetin.

PART 3 :  KETIKA MONEY MENJADI CONCERN UTAMA DALAM RUMAHTANGGA

Yuhuuu.. Uang, tentu menjadi satu hal yang sensitip dibanyak kalangan. Yap! Dan itu sudah lumrah dalam sebuah rumahtangga uang diperlukan. Point “Uangmu adalah uangku juga, sedangkan Uangku ya uangku” hehe, siapa yang enggak tahu ya istilah itu. Uang Pak Suami, adalah uang Istri juga. Sedangkan uang Istri adalah uang Istri. J Tapi, tidak ketika Pak Suami mengalami gejolak di tempat kerjanya, Nah si Penulis berbagi cerita tentang rumahtangganya. Ya, yang ia alami dengan Pak Suami. Disini dia menceritakan bahwa kerjasama penting dalam rumahtangga. Saat Pak Suami mengalami gejolak di tempat kerjanya yang membuat keuangan Pak Suami menurun otomatis transferan alias gaji si Pak Suami berkurang sehingga membuat keuangan rumahtangga si Penulis mengalami gejolak yang cukup hebat. Nah disini, kadang “wanita” sering sekali tidak bisa mengontrol emosi. Ngerasa bahwa semua kesalahan ada pada Pak Suami, yang tidak bisa memberi uang lebih untuk keluarga, bukan?

Tapi Kak, coba jika kita berfikir dengan bijak, dengan tenang… si Pak Suami juga mikir loh bagaimana caranya agar keuangan di rumahtangga bisa kembali normal. Alhasil, saat kita emosi, dan Pak Suami yang jika ditekan dengan kondisi sperti itu kepancinglah emosinya. Si Penulis, di part ini mengingatkan kepada kita, bahwa jika kita ikhlas semisal gaji kita digunakan untuk keluarga, itu sama saja kita sedekah kepada keluarga kita sendiri. Do’a Istri untuk Pak Suami, sungguh di dengar sama Allah. Sehingga, banyak-banyak lah kita berdo’a untuk Pak Suami. Karena jika Pak Suami karirnya naik, kan itu juga untuk keluarga, bukan? Tentunya kembali ke kita juga, tho? Hehehe 😀

Selain itu, si Penulis menceritakan bahwa dia itu menikah dengan “Duda” yang tentunya punya anak sambung, Nahhhh di awal nikah, si Penulis nih kagettt banget karena Pak Suami menganggarkan uang cukup gede buat anak sambungnya. Karena, si Ibunya ini juga ga kerja, otomatislah ya, kewajiban suami si Penulis membiaya kehidupan anak sambungnya. Eits, tentu jadi masalah bagi si Penulis di awal pernikahannya. Tapiii, itu ga berlangsung lama. Si Penulis nih akhirnya mikir ya, si anak sambung kan juga anak dia. Alhasil, dia diam-diam menganggarkan sejumlah tabungan untuk anak sambungnya. Dia niatkan untuk sedekah karena Allah. Duhhh Kak, dan beneran si Penulis Masha Allah, Allah mendengar do’a-do’anya. Karir Pak Suami naik, si Penulis juga naik jabatan, daaaan..ada saja rejeki yang dikasih Allah dengan banyak caraNya. So, si Penulis disini tuh pengen njelasin ke kita, hayoooklah kita jangan pelit sama keluarga kita sendiri, sedekah yang paling baik itu ke keluarga kita sendiri. Ikhlas dalam segala hal, niatkan semua karena Allah Insha Allah bakal dibayar tunai sama Allah dengan banyak caraNya.

Okay, tiga part dulu ya Kak yang bisa aku tulis sekilas hehehe 😌 Part yang lain, baca sendiriiii, belii bukunyaa, seriously! Ini buku punya manfaat. Baik yang belum menikah, sudah menikah yang pernikahannya lagi gonjang-ganjing, dan yang jelas jika dalam pernikahan kalian salahsatu ada yang lagi marah, please, yang satu diem. Jangan sampe apa yang keluar dari mulut kalian, bisa membuat penyesalan seumur hidup kalian. Naudzubillahiminzalik … Jika butuh konselor pernikahan, pastikan segera didatengin ya, Kak. Jangan ditunda, jika ada yang perlu diobrolkan, segera diobrolkan dengan pasangan. Jangan ada yang dipendam agar tidak menjadi BOM WAKTU, Kak! Belajar bijak, dan ingat JANJI AKAD NIKAH, Kak! Allah jadi saksi, loh! Bismillah, semoga Keluarga kita dijadikan keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah ya Kak until Jannah 💋 Bismillah.

Semoga bermanfaat tulisan ini, do’akan ya Kak semoga istiqomah nulis-nulis yang bermanfaat ehehehe 😓 biar ga numpuk gituuu saja itu buku di rak hahaha 😜

Salam,

April

Kamis, 14 Maret 2019

Kisah Rasulullah SAW Jilid Ke-44

KISAH RASULULLAH  صل الله عليه و سلم

Jilid ke-44
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سیدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سیدنا مُحَمد


Derita Pemboikotan

Pemboikotan kecil-kecilan terhadap kaum Muslimin sebenarnya telah lama dijalankan. Kalau ada seseorang saudagar menjadi Muslim, Abu Jahal akan mengatakan, "Akan kami boikot barang-barangmu dan mengubahmu sampai jadi pengemis."

Rasulullah , Bani Hasyim dan kaum Muslimin diasingkan ke dalam Syi'ib, benteng kecil milik Abu Thalib. Kaum Quraisy menegaskan bahwa jika Bani Hasyim menyerahkan Rasulullah , pemboikotan kepada mereka akan dicabut. Namun, bukannya merasa takut, Bani Hasyim malah semakin setia kepada Rasulullah yang merupakan anggota keluarga mereka.

Pemboikotan ini berjalan tiga tahun lamanya. Selama itu, hanya musim haji saja Rasulullah dan para pengikutnya bebas berdakwah keluar Syi'ib. Itu pun selalu diikuti Abu Lahab sambil mengolok-olok Rasulullah dengan kata-kata kasar. Pada musim haji itu, Mekah ramai didatangi para peziarah dari pelosok jazirah.

Akibat adanya pelarangan hubungan dagang, saat itu, Rasulullah tidak dapat membeli makanan yang cukup. Pada waktu-waktu yang sulit, mereka sering terpaksa makan daun-daunan dan kulit-kulit pohon yang tipis. Anak-anak menangis pada malam hari karena kelaparan. Semetara itu, orang-orang dewasa mengganjal perutnya dengan batu agar tidak masuk angin.

Perbuatan kejam itu juga menimbulkan rasa kasihan sebagian orang Quraisy. Apalagi yang memiliki hubungan saudara dengan Bani Hasyim. Orang-orang itu sering dengan berbagai cara menolong keluarga mereka di dalam Syi'ib.

Suatu ketika Abu Jahal sedang meronda di sekitar Syi'ib, memergoki Hakim bin Hisyam bin Khuwailid dan budak laki-lakinya berusaha meyelundupkan gamdum dan makanan lain untuk bibinya yang tidak lain Khadijah istri Rasulullah .

Tanpa ampun, Abu Jahal memukuli budak laki-laki itu dan merampas karung gandumnya.

"Aku bersumpah....!" teriak Abu Jahal terengah-engah sambil terus memukul. "Aku bersumpah tidak seorang pun dapat menyelundupkan makanan kepada Muhammad!"

Pada saat itu, Al Bakhtari datang sambil berseru kepada Abu Jahal. " Hei makanan ini tadinya milik bibinya. Bibinya lalu mengirimkan kepadanya, mengapa engkau melarangnya mengantarkan makanan tersebut kepada bibinya lagi?"

Kemudian keduanya berkelahi Abu Jahal terluka karena dipukul dengan tulang unta.

Syi'ib Abu Thalib

Syi'ib Abu Thalib, tempat kaum muslimin digiring, dikurung dan dijaga, dikelilingi dinding batu tinggi yang tidak dapat dipanjat. Letaknya di Bukit Abu Qubays, sebelah timur Mekah. Pintu masuknya berupa celah sempit dengan tinggi kurang dari dua meter yang hanya dapat dimasuki unta dengan susah payah.

Derita di Pengasingan

"Ibuuu aku lapar,"...tangis seorang anak di dalam Syi'ib.

"Besok ya nak! Besok kita dapat kiriman makanan," jawab ibunya.

"Tidak mau, aku mau makan sekaraaaang....." Karena tidak kuat menahan perutnya yang perih, anak itu menangis dan menjerit-jerit.

Tangis dan jerit anak-anak terdengar hampir setiap malam dari dalam Syi'ib. Sebagian penduduk Mekah mulai tidak tega melihat penderitaan Bani Hasyim, tetapi mereka takut untuk membantu.

Ada empat ratus orang keluarga Bani Hasyim yang bertahan di dalam Syi'ib. Kehidupan mereka begitu keras dan penuh dengan kekurangan, tetapi tidak satupun yang berniat mengkhianati Rasulullah . Padahal, tidak semua anggota keluarga telah memeluk agama Islam, termasuk Abu Thalib, sang pemimpin Bani Hasyim.

Kehadiran Rasulullah di tengah-tengah mereka sudah cukup membuat mereka lupa akan segala kecemasan dan membuat mereka selalu berbahagia. Mereka mengerti bahwa Allah telah memilih mereka untuk melindungi utusan-Nya dari semua musuh. Bagi Bani Hasyim, itu sebuah kehormatan yang membuat mereka tidak mau menukar Rasulullah dengan apa pun, bahkan dengan sebuah kerajaan sekali pun. Mereka bahkan menjalankan tahun-tahun pengasingan yang pahit itu dengan rasa bangga.

Tidak satu pun dari empat ratus orang itu berniat untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Padahal, mereka tidak tahu kapan pengasingan itu akan berakhir. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dijalani dengan penuh harapan. Mereka semua sudah bertekad mengikuti Rasulullah kemana pun. Mereka lebih suka menjadi tawanan dari pada bebas tanpa Rasulullah. Bagi mereka, hidup tanpa Rasulullah adalah hidup yang tidak layak di jalani.

Selama masa-masa sulit itu, ada sosok penting selain Rasulullah yang menjadi sosok teladan bagi semua penghuni Syi'ib, bagaimana mereka harus menjalani hidup dengan penuh ketabahan.


Bersambung

Diceritakan oleh : Bu Hj Lathifah,Paldaplang,Jogomerto,Baron
Diceritakan kembali oleh : Bapak Ahmad di Majelis Ilmu & Amal