Selasa, 20 November 2018

Ada Yang Tahukah Arti Kitab Saat Kita Baca Ketika Diba'an?

Tadi malam waktu Dîba'an sempat ambil foto kitab ini.
Sekarang saya coba tulis dan terjemahkan (mohon koreksinya) :

ﺻَﻠَﺎﺓُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻣَﺎﻟَﺎﺣَﺖْ ﻛَﻮَﺍﻛِﺐْ 💖
                                ﻋَﻠﻰَ ﺍﺣْﻤَﺪْ ﺧَﻴْﺮِ ﻣَﻦْ ﺭَّﻛِﺐَ ﺍﻟﻨَّﺠَﺂئب

Selagi bintang masih bercahaya, semoga rahmat Allâh tercurah kepada Nabi Muhammad, sebaik² pengendara unta.

ﺣَﺪَﻯ ﺣَﺎﺩِﻯ ﺍﻟﺴُّﺮَﻯ ﺑِﺎﺳْﻢِ ﺍﻟْﺤَﺒَﺂئب 💖
                                           ﻓَﻬَﺰَّ السّكرُ ﺍَﻋْﻄَﺎﻑَ ﺍﻟﺮَّكائب

Selama pengiring unta menyanyikan lagu menyebut nama kekasih terindu, unta mengangguk² menari gembira sesuai irama lagu penunggangnya

ﺍَﻟَـﻢْ ﺗَﺮَﻫَﺎ ﻭَﻗَﺪْ ﻣَﺪَّﺕْ ﺧُﻄَﺎﻫَﺎ 💖
                                   ﻭَﺳَﺎﻟَﺖْ ﻣِﻦْ ﻣَّﺪَﺍمعها ﺳَﺤَﺂﺋِﺐْ

Tidakkah engkau lihat, semakin cepat langkah unta dan bercucuran deras dari matanya, air mata bagaikan awan tiba

ﻭَﻣَﺎﻟَﺖْ ﻟِﻠْﺤِﻤَﻰ ﻃَﺮَﺑًﺎ ﻭَّﺣَﻨَّﺖْ 💖
                                   ﺍِﻟﻰَ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟْﻤَﻌَﺎلم ﻭَﺍﻟْﻤَﻠَﺎﻋِﺐْ

Semakin condong pula langkahnya karena gembira, dan rindu pada kandang serta ladang penggembalaannya.

ﻓَﺪَﻉْ ﺟَﺬْﺏَ ﺍﻟﺰِّﻣَﺎﻡِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺴُﻘْﻬَﺎ 💖
                                    ﻓَﻘَﺎﺋِﺪُ ﺷَﻮْﻗِﻬَﺎ ﻟِﻠْﺤَﻲِّ ﺟَﺎﺫِﺏْ

Maka biarkan, jangan kau tarik tali kekang atau menggiringnya, karena kerinduan pada sang Nabi lah yang menariknya.

ﻓَﻬِﻢْ ﻃَﺮَﺑًﺎ ﻛَﻤَﺎ ﻫَﺎﻣَﺖْ ﻭَﺇِﻟَّﺎ 💖
                               ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻓِﻰ ﻃَﺮِﻳْﻖِ ﺍﻟْﺤُﺐِّ ﻛَﺎﺫِﺏْ

Tunjukkan lah rasa cintamu sebagaimana cintanya unta dan jikalau tidak, maka jalan cintamu pada Nabi adalah dusta.


Ustadz Yanu

Majelis Ilmu dan Amal

Quutul Qulub

حكى
أنّ رجلاً عصى اللّه تعالى مائتي سنة، في كلها يتمرد ويجترئ على اللّه، فلما مات أخذ بنو إسرائيل برجله وألقوه على مزبلة، فأوحى اللّه تعالى إلى موسى عليه السلام أن غسله كفنه وصل عليه في جميع بني إسرائيل، ففعل ما أمر به فعجب بنو إسرائيل من ذلك، وأخبروه أنّه لم يكن في بني إسرائيل أعتى على اللّه ولا أكثر معاصٍ منه، فقال: قد علمت، ولكن اللّه تعالى أمرني بذلك، قالوا: فاسأل لنا ربّك، فسأل موسى عليه السلام ربّه فقال: يا ربّ، قد علمت، ما قالوا، فأوحى اللّه تعالى إليه أن صدقوا أنه عصاني مائتي سنة إلاّ أنه يوماً من الأيام فتح التوراة فنظر إلى اسم حبيبي محمد مكتوباً، فقبله ووضعه على عينه، فشكرت له ذلك، فغفرت له ذنوب مائتي سنة


Dikisahkan bahwasannya ada seorang laki-laki selalu berma'siat kepada Allah selama 200 tahun, didalam 200 tahun ini dia selalu menentang dan berani kepada Allah, ketika orang ini meninggal orang2 bani Israil menarik kakinya dan membuangnya ke tempat sampah.

lalu Allah mewahyukan kepada Nabi Musa as. agar memandikan dan mengkafani dan mendoa'kannya di hadapan seluruh orang bani Isra'il, maka Nabi Musa melakukan apa yang diperintahkan kepadanya.

maka kejadian ini membuat terkejut bani Isra'il, lalu mereka memberi tau Nabi Musa bahwasannya tidak ada seseorangpun dari bani Isra'il yang lebih dungu disisi Allah dan lebih banyak berbuat ma'siyat daripada dia.

Nabi Musa menjawab:''Aku telah mengetahuinya, akan tetatpi Allah memerintahkanku untuk melakukan ini''

maka orang2 bani Isra'il berkata: tanyakan mengenai dirinya untuk kami kepada Tuhanmu''

maka Nabi Musa as. bertanya kepada Tuhannya dan beliau berkata:'' Wahai Tuhan, Engkau telah mengetahui apa yang mereka (bani isra'il) katakan''

Maka Allah mewahyukan kepada Musa:'' bawasannya mereka (bani Israil) benar orang ini telah melakukan ma'siyat kepadaKu selama 200 tahun kecuali pernah suatu hari, ia membuka kitab Taurat kemudian ia melihat nama kekasihKu Muhammad tertulis disitu, lalu ia menciumnya dan meletakannya di kedua matanya, maka Aku berterima kasih kepadanya dan Aku berikan ampunan untuknya akan dosa-dosa yang ia lakukan selama 200 tahun.


Kyai Ibnu
Majelis Ilmu dan Amal

Fawaid Sholawat

Sebagian Ulama' Sholeh berkata :
"Suatu kali pada musim penghujan aku keluar rumah lalu aku membaca sholawat sbb :

 اللهم صل على محمد عدد أوراق الأشجار وصل على محمد عدد الأزهار والثمار وصل على محمد عدد قطر البحار وصل على محمد عدد رمل القفار وصل على محمد عدد ما في البر والبحار

'ALLAHUMMA SHOLLI 'ALAA MUHAMMADIN 'ADADA AUROOQIL ASYJAAR, WASHOLLI 'ALAA MUHAMMADIN 'ADADAL AZHAAR WATSTSIMAAR, WASHOLLI 'ALAA MUHAMMADIN 'ADADA QOTHRIL BIHAAR, WASHOLLI 'ALAA MUHAMMADIN 'ADADA ROMLIL QIFAAR, WASHOLLI 'ALAA MUHAMMADIN 'ADADA MAA FIL BARRI WAL BIHAAR'

Kemudian ada suara yg berkata kepadaku :
'engkau telah menyulitkan malaikat hafadhoh sampai habisnya waktu dan umur dalam mencatat banyaknya pahala sholawat yg kau ucapkan dan engkau berhak mendapatkan ampunan dari Allah Al Kariim dan syurga 'Adn sebaik2 tempat kembali."

Sebagian Ulama' Sholeh ada yg kesulitan untuk buang air kecil, kemudian di dalam mimpinya ia melihat Syeh Al 'Arif Syihabuddin bin Ruslan kemudian ia mengadu kepada Syeh.
Syeh berkata : "Apa engkau tdk tahu obat penawar yg mujarrab ? Bacalah :

 اللهم صل وسلم على روح سيدنا محمد في الأرواح وصل وسلم على قلب سيدنا محمد في القلوب وصل وسلم على جسد سيدنا محمد في الأجساد وصل وسلم على قبر سيدنا محمد في القبور

'ALLAHUMMA SHOLLI WASALLIM 'ALAA RUHI SAYYIDINAA MUHAMMADIN FIL ARWAAH, WASHOLLI WASALLIM 'ALAA QOLBI SAYYIDINAA MUHAMMADIN FIL QULUUB, WASHOLLI WASALLIM 'ALAA JASADI SAYYIDINAA MUHAMMADIN FIL AJSAAD, WASHOLLI WASALLIM  'ALAA QOBRI SAYYIDINAA MUHAMMADIN FIL QUBUUR '

Ketika ia terbangun, ia memperbanyak baca sholawat itu, maka Allah ta'ala menyembuhkannya.

Sebagian Ulama' yg Arif berkata :
" Dulu aku pernah berada di kapal, lalu ada angin besar berhembus yg hampir menenggelamkan kami.
Di dalam tidurku aku mimpi melihat Nabi shollallohu alaihi wasallam , beliau berkata kepadaku :
' katakanlah kepada para penumpang agar mereka membaca :

اللهم صل على محمد صلاة تنجينا بها من جميع الأهوال والآفات وتقضي لنا بها جميع الحاجات وتطهرنا بها من جميع السيئات وترفعنا بها عندك أعلى الدرجات وتبلغنا بها أقصى الغايات من جميع الخيرات في الحياة وبعد الممات

' ALLAHUMMA SHOLLI 'ALAA MUHAMMADIN, SHOLAATAN TUNJIINA BIHAA MIN JAMII'IL AHWAALI WAL AFAAT, WATAQDLI LANAA BIHAA JAMII'AL HAAJAAT, WATHUTHOHHIRUNA BIHAA MIN JAMII'IS SAYYI'AAT, WATARFA'UNA BIHAA 'INDAKA A'LAD DAROJAAT, WATUBALLIGHUNA BIHAA AQSHOL GHOOYAAT, MIN JAMII'IL KHOIROOTI FILHAYAATI WABA'DAL MAMAAT'

Kemudian aku terbangun dan kami semua membaca sholawat tsb, kemudian anginnya menjadi tenang atas idzin Allah ta'ala."

Sebagian Ulama' yg sholeh berkisah :
" Dulu aku mempunyai seorang tetangga yg telah melampau batas, pernah ku suruh utk bertaubat tapi dia tdk mau. Ketika ia meninggal, aku melihatnya di dalam mimpi bahwa ia di syurga. Kutanyakan kpdnya:
' Sebab apa engkau bisa mendapatkan kedudukan ini?'
dia menjawab : 'Aku pernah menghadiri majelisnya ulama' ahli hadits, lalu aku mendengar ulama' tsb berkata :
' Barang siapa mengangkat suaranya ketika bersholawat kpd Rasululloh shollallohu alaihi wasallam, maka berhak mendapatkan syurga.'
maka aku tinggikan suaraku ketika membaca sholawat kepada beliau dan orang2 pun juga mengangkat suaranya, kemudian Allah mengampuni kami semuanya."

Dalam kitab Al Adzkar Imam Nawawi -rodliyallohu anhu- dianjurkan mengangkat suara ketika bersholawat kepada Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam ,   Al Khotib Al Baghdadi dan selainnya telah menentukan hal ini.

Imam As Syibli berkata :
" ada seorang tetanggaku yg meninggal, lalu aku melihatnya di dalam mimpi, kutanyakan kepadanya  ttg keadaannya, dia menjawab :
' Lisanku jadi terikat tdk bisa menjawab pertanyaan dua malaikat, lalu di dalam hati aku berkata, 'bukankah aku meninggal dalam keadaan muslim ?'
Tiba2 ada seseorang yg masuk dan mengajariku jawaban kedua malaikat, lalu kutanyakan kpdnya, 'siapakah engkau?'
dia menjawab : 'aku adalah malaikat, aku diciptakan karena banyaknya sholawatmu kepada Muhammad shollallohu alaihi wasallam."

Wallohu a'lam.

Ref ; Nuzhatul Majaalis

Ustadz Yanu
Majelis Ilmu dan Amal

Kamis, 08 November 2018

Orang Tua yang Memondokkan Anak Telah Lulus atas Ujian Fitnah Harta dan Anak


Anak dan Harta adalah ujian hidup bagi Seorang Manusia.



Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

إنما أموالكم وأولادكم فتنة
Sesungguhnya harta-hartamu dan anak-anakmu adalah fitnah.

Harta dan anak merupakan ujian bagi manusia. Dan manusia, bisa lulus ujian, manakala mampu menggunakan hartanya di jalan Allah Swt. serta mengarahkan anak-anaknya menuju Allah Swt.

Harta maupun anak, sama-sama memiliki 3 kategori:
1. Harta/anak yang mengandung ketakwaan. Contoh harta yang mengandung ketakwaan: rumah yang di dalamnya terdapat ruang tamu untuk memuliakan tamu atau ruang sholat. Contoh anak yang mengandung ketakwaan: anak yang mau belajar dan beribadah kepada Allah Swt.
2. Harta/anak yang mengandung kemaksiatan. Contoh harta yang mengandung kemaksiatan: rumah yang sering dibuat untuk bermaksiat. Contoh anak yang mengandung kemaksiatan: anak yang menerjang hal-hal yang diharamkan.
3. Harta/anak yang tidak mengandung apa-apa. Contoh harta yang tidak mengandung apa-apa: rumah buagus yang tidak ada ruang tamu, ruang sholat atau tidak pernah dibacakan Al-Qur’an. Contoh anak yang tidak mengandung apa-apa: anak yang hidupnya hanya habis untuk mencari harta dunia dan tidak mau beramal.

Kita sebagai orang tua yang mau memondokkan anak harus bersyukur, sebab kita sudah mampu lulus ujian/fitnah dalam menghadapi anak-anak dan harta kita.

Bentuk kelulusan ujian orang tua yang mau memondokkan anaknya:
1. Orang tua lulus atas fitnah anak, karena mereka ikhlas melepas anaknya mondok, dan rela berpisah dengan sang anak, supaya sang anak mau mencari ilmu-ilmu yang wajib, yaitu: ilmu-ilmu Al-Qur’an (ayat muhkamat), hadits-hadits nabawi (sunnah qaimah), dan ilmu-ilmu tentang kewajiban beragama Islam ('ilmu fardhiyyah)
2. Orang tua lulus atas fitnah/ujian harta, karena mereka mau menginfaqkan hartanya di jalan Allah Swt., dengan mencukupi seluruh kebutuhan anak-anaknya selama belajar di Pondok Pesantren.

Orang tua yang mau memondokkan anaknya akan mendapatkan 3 hal yang disabdakan Nabi Muhammad sebagai amal yang tidak akan terputus:
انقطع عمل ابن آدم إلا ثلاثة: صدقة جارية، علم ينتفع به، ولد صالح يدعو له
Amal bani Adam akan terputus kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mau mendoakannya.

Orang tua yang mau memondokkan anaknya mendapatkan ketiga-tiganya:
1. Sedekah Jariyah [apa yang diinfaqkannya untuk mondokkan anaknya adalah Infaq fi Sabilillah dan termasuk dalam Shodaqoh Jariyah]
2. Ilmu yang bermanfaat [Dalam sudut pandang orang tua, ilmu yang bermanfaat: ia mau mendorong anaknya dan menginfaqkan hartanya untuk mendukung anaknya mencari ilmu Allah Swt. Dalam sudut pandang anak: mengamalkan kewajiban mencari ilmu, mengamalkan dan mengajarkannya. Kedua-duanya merupakan ilmu yang bermanfaat]
3. Anak shaleh yang mau mendoakan kedua orang tua [orang tua yang mau memondokkan anaknya, sebenarnya sedang berusaha mempersiapkan anaknya untuk menjadi anak shaleh, yang tentunya kelak akan mendoakannya, dan beramal untuknya]

(Cuplikan Mau'idhoh Hasanah Abina KH M Ihya Ulumiddin, Pengasuh Pondok Nurul Haramain Pujon Malang, di Yanbu'ul Qur'an Boarding School 1 Pati, dalam acara Sambangan Rutin Bulanan Ahad 04 November 2018)



Majelis Ilmu dan Amal
Ustadz Andik Al-Bahjah Kediri