Anak dan Harta adalah ujian hidup bagi Seorang Manusia.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
إنما أموالكم وأولادكم فتنة
Sesungguhnya harta-hartamu dan anak-anakmu adalah fitnah.
Harta dan anak merupakan ujian bagi manusia. Dan manusia, bisa lulus ujian, manakala mampu menggunakan hartanya di jalan Allah Swt. serta mengarahkan anak-anaknya menuju Allah Swt.
Harta maupun anak, sama-sama memiliki 3 kategori:
1. Harta/anak yang mengandung ketakwaan. Contoh harta yang mengandung ketakwaan: rumah yang di dalamnya terdapat ruang tamu untuk memuliakan tamu atau ruang sholat. Contoh anak yang mengandung ketakwaan: anak yang mau belajar dan beribadah kepada Allah Swt.
2. Harta/anak yang mengandung kemaksiatan. Contoh harta yang mengandung kemaksiatan: rumah yang sering dibuat untuk bermaksiat. Contoh anak yang mengandung kemaksiatan: anak yang menerjang hal-hal yang diharamkan.
3. Harta/anak yang tidak mengandung apa-apa. Contoh harta yang tidak mengandung apa-apa: rumah buagus yang tidak ada ruang tamu, ruang sholat atau tidak pernah dibacakan Al-Qur’an. Contoh anak yang tidak mengandung apa-apa: anak yang hidupnya hanya habis untuk mencari harta dunia dan tidak mau beramal.
Kita sebagai orang tua yang mau memondokkan anak harus bersyukur, sebab kita sudah mampu lulus ujian/fitnah dalam menghadapi anak-anak dan harta kita.
Bentuk kelulusan ujian orang tua yang mau memondokkan anaknya:
1. Orang tua lulus atas fitnah anak, karena mereka ikhlas melepas anaknya mondok, dan rela berpisah dengan sang anak, supaya sang anak mau mencari ilmu-ilmu yang wajib, yaitu: ilmu-ilmu Al-Qur’an (ayat muhkamat), hadits-hadits nabawi (sunnah qaimah), dan ilmu-ilmu tentang kewajiban beragama Islam ('ilmu fardhiyyah)
2. Orang tua lulus atas fitnah/ujian harta, karena mereka mau menginfaqkan hartanya di jalan Allah Swt., dengan mencukupi seluruh kebutuhan anak-anaknya selama belajar di Pondok Pesantren.
Orang tua yang mau memondokkan anaknya akan mendapatkan 3 hal yang disabdakan Nabi Muhammad sebagai amal yang tidak akan terputus:
انقطع عمل ابن آدم إلا ثلاثة: صدقة جارية، علم ينتفع به، ولد صالح يدعو له
Amal bani Adam akan terputus kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mau mendoakannya.
Orang tua yang mau memondokkan anaknya mendapatkan ketiga-tiganya:
1. Sedekah Jariyah [apa yang diinfaqkannya untuk mondokkan anaknya adalah Infaq fi Sabilillah dan termasuk dalam Shodaqoh Jariyah]
2. Ilmu yang bermanfaat [Dalam sudut pandang orang tua, ilmu yang bermanfaat: ia mau mendorong anaknya dan menginfaqkan hartanya untuk mendukung anaknya mencari ilmu Allah Swt. Dalam sudut pandang anak: mengamalkan kewajiban mencari ilmu, mengamalkan dan mengajarkannya. Kedua-duanya merupakan ilmu yang bermanfaat]
3. Anak shaleh yang mau mendoakan kedua orang tua [orang tua yang mau memondokkan anaknya, sebenarnya sedang berusaha mempersiapkan anaknya untuk menjadi anak shaleh, yang tentunya kelak akan mendoakannya, dan beramal untuknya]
(Cuplikan Mau'idhoh Hasanah Abina KH M Ihya Ulumiddin, Pengasuh Pondok Nurul Haramain Pujon Malang, di Yanbu'ul Qur'an Boarding School 1 Pati, dalam acara Sambangan Rutin Bulanan Ahad 04 November 2018)
Majelis Ilmu dan Amal
Ustadz Andik Al-Bahjah Kediri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar