Rabu, 19 September 2018

Kasih Ibu Sepanjang Masa

Sore ini, di Sebuah Terminal Keberangkatan ada adegan yang membuat saya terdiam sejenak.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

: Saya
: Seorang Wanita Muda

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

: (Terlihat mengucapkan salam perpisahan keluar jendela hingga sampai ada sesi "kiss bye" alias "cium jauh" persis samahalnya yang saya contohkan kepada keponakan saya saat berpamitan selesai salam, lalu akupun menengok keluar jendela, karena aku duduk disebelah jendela, terlihat seorang anak laki-laki muda yang ekspresinya kulihat bahagia. Ia tertawa lepas dan berpamitan pula kepada Wanita Muda tersebut, Beliau pun duduk disebelah saya ). "Mbak, ini ke Surabaya?"
: "Inggih Bu, leres. "
: "Terimakasih Mbak "
: " Sami-Sami Bu. Badhe teng Surabaya, tho Bu? "
: " Iya, Mbak "
: " Ibu, asli Surabaya? " (akupun mencoba membuka obrolan)
: " Oh, ndag Mbak. Saya jauh. Dari Bekasi. Tadi dari anak saya dia kuliah. "
: " Oh, kuliah teng pundi Bu? "
: " Alhamdulillah Mbak, ketrima di ** , lewat sbmptn, jalur mandiri , ketrimanya disini e Mbak"
: " Setahu saya, jalur itu, maaf Bu, mahal nggeh? "
: " Iya Mbak, begitulah. Karena diminta data gaji orangtua. Mau dimiskin-miskinkan nanti malah nanti di aamiini itu naudzubillahiminzalik. "
: " Naudzubillahimizalik Bu, jangan sampai kayak gitu. Biar Allah saja yang mengatur. Ibu, masih bekerja tho?"
: "Iya, Mbak. "
: " Nanti, pesawat jam berapa Bu di juanda? "
: " jam 10 Mbak. "
: " Loh, nyampe Jakarta malem ya Bu? "
: " Iya, Mbak, gpp, DEMI ANAK , Mbak. "
: (akupun terdiam sejenak) "Putra Panjenengan, niku ragil tho Bu? "
: " Oh ndag, masih Ada SMA, SMP, dan SD. "
: " Oh, heheh. " (akupun teringat, Ayah Ibuk yang berbarengan nyekolahin Kakakku, Aku, dan adikku. Saat itu, Kakak masuk SMA, Aku masuk SMP dan adik TK.)


-------------- selesai obrolan sesaat kami, ---------------------

Si Ibu, membuka mushaf Al-Quran dan memulai aktifitas yang sepertinya sudah sering Beliau lakukan.
Sore ini, adalah cerita nyata, yang kesekian kalinya ku temukan, setiap Ibu akan selalu melakukan yag terbaik yang Beliau bisa lakukan untuk anaknya, demi anaknya. Selain Beliau selalu mendo'akannya.


Kadang, aku pernah tanya sama Ibu sesuatu hal xxx. Dan jawab Ibu cuma satu, "sampean akan tahu bagaimana rasanya menjadi Ibu saat sampean menjadi seorang Ibu, Nduk. Besok rasakne dewe ya, sing ati-ati, sing seneng nabung, kudu primpen. Wong wedok iku, kudu gelem mangan sak onone. Ojo neko2."


Akupun cuma mengiyakan setiap kali Ibuk memberi nasehat yang hampir pointnya itu satu "Kamu akan merasakan bagaimana jadi Ibu, saat kamu menjadi Ibu".
Tapiiii, dimana-dimana Seorang Ibuk itu selalu keren drngan caranya sendiri Beliau mendidik anak-anakanya.


💪💞 We love you, Mom. Semogaa, semua Ibu sehat selalu, dan tetap strong, baik lahir maupun batin. 🙏 Aamiin


Terminal Arjosari, Malang
18 Agustus 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar