Rabu, 26 September 2018

Keutamaan Syahadah dan Besarnya Kemuliaan Seorang Muslim.


***

"Jika ada seorang muslim yg selalu berbuat maksiat, zina, judi, mencuri, menggunjing, semua maksiat dilakukan. Muslim seperti ini, jika cahaya kalimat tauhid yg ada di hatinya dikeluarkan, maka cahayanya akan mengalahkan cahaya matahari. Lalu bagaimana dengan cahaya dari seorang muslim yg taat?"


Karena mulianya syahadah/tauhid inilah, jangan sampai kita menghina muslim manapun, seburuk apapun perbuatannya.
Tentunya maksudnya bukan membiarkan mereka tetap dalam kemaksiatan, kalau kita biarkan, itu bukan sayang namanya, tapi mencelakakan sesama saudara kita.

Jadi jika kita melihat saudara-saudara kita yg berbuat kemaksiatan, marilah kita rangkul mereka, kita beri mereka nasehat, kita ajak mereka kembali ke jalan yg lurus dengan cara-cara yg santun.

Lihatlah bahwa dia itu saudaramu, lihatlah syahadah yg ada dalam hatinya.
Jika begitu, maka jadinya akan menjadi sayang dan cinta. Tentu kita tetap harus mengingatkannya, menasehatinya, dan mengajaknya bertaubat. Amar ma'ruf nahi munkar harus tetap jalan dan bahkan kalau perlu dengan ketegasan ya kita lakukan dengan tegas, tapi hati kita ini akan tetap sayang pada mereka.

Jadi saat melihat kemaksiatan, kita akan lihat dulu, dia itu muslim atau bukan, jika dia muslim, kita akan berkata dalam hati, _"Ya Allah, dia saudaraku, dia seorang muslim, dia berbuat maksiat, dia maling, kasihan Ya Allah, ampuni dan beri dia hidayah."_

Benar dia tetap dihukum dengan aturan yg berlaku, tapi hati kita tetap sayang dan cinta. Lha sekarang ini kan kebanyakan kita tdk melihat keislamannya dulu, yg kita lihat kemaksiatannya dulu. Jadinya keras, masa' ada maling ayam yg digebuki sampai mati.

Kemudian ada yg bertanya pada saya, "Habib, mana yg lebih baik, non-muslim yg baik, atau seorang muslim yg selalu berbuat maksiat?"

Saya jawab, "Ya lebih baik muslim yg berbuat maksiat."

"Tapi yg non-muslim ini baik lho bib, dermawan, hidup sederhana, berbakti pada orang tua, hidup bermasyarakat dengan baik, suka menolong. Lha daripada yg ngakunya muslim, tapi kenyataannya suka mabuk, zina, mencuri, dll."

"Ya tetap saja, masa' ada orang yg belum mengakui Allah dan RasulNya dibilang orang baik. Ya belum baik itu namanya. Kenapa dengan non-muslim yg seperti itu bisa kita tolerir kekufurannya, sedangkan dengan saudara kita sesama muslim kita tidak toleransi mereka dengan sikap yg sama. Jika mereka berbuat maksiat, ingatkan mereka, ajak mereka kembali ke jalan yg benar, tapi jangan pernah kau hina dan kau rendahkan mereka."

Jadi jika seseorang sudah mengetahui keutamaan syahadah dan kemuliaan seorang muslim, dia akan bisa mencintai dan menyayangi seorang muslim 'segila' apapun dia. Gila di sini dalam artian seburuk apapun amal perbuatannya.

Surat Al-Fath Ayat 29 :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi *berkasih sayang sesama mereka*. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

***
_"Bencilah kemaksiatannya, jangan benci pelakunya, mereka itu saudara kita sendiri sesama umat Sayyidina Muhammad ﷺ."_
***
Wallahu A'lam.


Selengkapnya bisa dilihat di link berikut :
Petikan Ceramah Habib Novel bin Muhammad al-Aydrus, Solo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar