Oleh: Kak Eka Wardhana, Rumah Pensil Publisher
Ada teka-teki yang saya ambil dari buku “The Hobbit” karya JRR Tolkien. Teka-teki ini ditanyakan oleh Gollum kepada Bilbo si Hobbit, katanya:
Benda ini makan segalanya;
Burung, binatang, pohon dan bunga;
Mengerat besi, menggigit baja;
Batu keras pun digilingnya;
Membunuh raja, menghancurkan kota;
Meruntuhkan gunung sampai rata.
Tahukah Anda apa jawabannya?
Jawabannya adalah: WAKTU.
Seperti yang dibilang Gollum : waktu memakan segalanya. Waktu memakan jatah usia kita tanpa henti, maju terus dengan kecepatan konstan, tak peduli kita sadar atau tidak. Sama sekali tak ada yang lolos dari gigitan waktu: hewan, bunga sampai gunung pun akan rata dimakan. Raja paling berkuasa yang ditakuti atau pemimpin yang paling disayangi pun akan mati ditelan waktu. Bahkan kota-kota besar akan berubah atau hancur dilanda waktu.
Kalo kata saya sih, mahluk yang namanya waktu
ini adalah salah satu bukti terkuat betapa Maha Adilnya Allah Subhanahu
Wa Ta’ala. Maha Adil karena semua orang menempuh alunan waktu dengan
kecepatan yang sama tetapi bisa mendapatkan hasil yang berbeda-beda,
tergantung bagaimana setiap kita memanfaatkan waktu yang diberikan.Sebagai contoh, saya kutip perkataan Albert Einstein ketika ia diminta menjelaskan teori relativitas waktunya: “Bila Anda duduk bersama orang yang Anda rindukan, waktu 1 jam yang Anda lalui akan terasa seperti 1 menit saja. Tetapi bila Anda duduk di atas kompor menyala, waktu 1 menit akan terasa seperti 1 jam!”
Einstein benar. Ternyata waktu kelihatannya saja lurus seperti benang yang terbentang tapi orang bijak memandangnya lain: waktu itu berlipat seperti gelombang air.
Contohnya: A dan B sama-sama seorang ayah. Mereka sama-sama tiba di rumah pukul 6 sore. A dan B juga sama-sama tidur pada pukul 9 malam. Hanya saja bedanya: A menghabiskan waktu antara pukul 6 dan 9 dengan membacakan dongeng, bermain dan mengajari anak-anaknya, sedangkan B menghabiskan waktu antara pukul 6 dan 9 dengan menonton tv sambil beristirahat.
Satu, dua, tiga hari berlalu sampai bertahun-tahun pun terlewat. A dan B pun meninggal di usia dan waktu yang sama. Namun perbedaan tampak nyata pada keluarga yang mereka tinggalkan: Ternyata anak-anak A menjadi orang yang berkarakter dan berhasil dalam hidup, sedangkan anak-anak B hanya menjadi orang-orang biasa saja.
Mengapa begitu? Jawabannya: karena A berhasil melipat waktu dari pukul 6 sampai 9 malamnya, sedangkan B melalui waktu pukul 6 dan 9 malam dengan lurus saja tanpa melipat waktu.
Yuk, saat tiba di rumah, buang jauh-jauh beban dari luar rumah. Rumah adalah tempat perlindungan dan kebahagiaan kita. Lipatkan waktu saat di rumah untuk keluarga kita. Habiskan dengan bercengkerama, mendidik dan membacakan kisah-kisah bermutu. Maka hasilnya pun akan sangat memuaskan. Allah memang Maha Adil.
Salam Smart Parents!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar