Senin, 08 Oktober 2018

Bab 1 Edisi 10 Sosok Keteladanan Muhammad ﷺ

Assalamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.






Insan Kamil - Sosok Keteladanan Muhammad

Karya : as-Sayyid al-'Allamah al-Imam Muhammad bin 'Alawi al-Maliki al-Hasani al-Makky

BAB I
Edisi : 10

Uraian Hikmah Pembelahan Dada
1. Ibnu Munier berkata : “Dibelahnya dada dan kesabaran Nabi ﷺ menghadapi peristiwa itu serupa dengan ujian Allah kepada Nabi Ismail 'alaihissalam, tatkala perintah Allah datang kepada ayahnya untuk menyembelihnya. Bahkan dibelahnya dada Rasulullah ﷺ lebih berat lagi, karena hal itu terjadi dengan sebenarnya, di kala beliau masih kecil sebagai yatim piatu dan jauh dari keluarganya.”
.
2. Abul Hasan Assubakiy dalam menjawab pertanyaan tentang segumpal darah yang dikeluarkan oleh malaikat dari jantung Nabi ﷺ di saat dadanya dibelah, dan tentang ucapan malaikat bahwa apa yang dikeluarkan itu adalah segi kelemahan yang dapat ditembus oleh pengaruh syaitan. Bahwa segumpal darah yang ada dalam jantung hati tiap manusia dapat dimanfaatkan oleh Syetan. Maka dengan dibersihkannya hati Rasulullah ﷺ, tidak ada jalan lagi bagi syetan untuk mempengaruhi-nya. Demikian arti hadits itu, dan apa yang disingkirkan dari hati Nabi ﷺ memang merupakan bagian yang pasti dalam susunan tubuh manusia. Tatkala ia ditanya lagi apa sebab Allah menjadikan benda itu dalam tubuh Rasulullah ﷺ, sedang Allah berkuasa menjadikan tanpa benda tersebut. Ia menjawab : “Bahwa itu merupakan unsur pokok dalam tubuh tiap manusia. Maka dalam rangka kesempurnaan tubuh beliau, Tuhan tidak mengurangi sedikitpun apa yang lazim dalam tubuh itu. Kemudian Allah menghendaki dengan kodratnya, agar bagian itu dihilangkan demi kehormatannya.”
Seorang ulama lain berkata : “Kalau sekiranya Allah menjadikan susunan tubuh Nabi Muhammad ﷺ dalam keadaan seperti yang ditanyakan itu, tentu tidak seorangpun akan mengetahui hakikat yang sebenar-benarnya, Allah melalui Malaikat Jibril hendak memperlihatkan kekuasaan-Nya untuk membuktikan kesempurnaan batiniah Nabi ﷺ, seperti yang tampak pada kesempurnaan lahiriahnya.”



3. Asy-Syaikh Abu Muhammad bin Abi Jamrah berkata : “Hikmah dibelahnya dada Nabi ﷺ padahal Allah berkuasa memenuhi hati beliau dengan kekuatan iman tanpa membelah dadanya ialah untuk meningkatkan keyakinan, karena beliau menyaksikan pembelahan dada itu dengan mata kepalanya dan tidak merasakan sakit. Hal ini membuat hati beliau makin tentram dan tenang dalam menghadapi apapun juga. Sebab itu Allah berfirman :
.
ما زاغ البصر وما طغى (النجم : 17)
.
Artinya : “Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya dan tidak pula melampauinya.””
.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
@madinah_rj
https://www.instagram.com/madinah_rj/
www.ypkpi-jateng.org www.majlistaklimalamin.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar