Selasa, 23 Oktober 2018

Tingkat Syukur Bergantung Kepada Cara Memuliakan OrangTua

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh :)

Sebelum bersyukur sama Allah, pertanyaan sederhana...

Air Susu Ibumu sudah Kamu Balas Belum?


Pagi ini, saya mendengarkan kajian dari Ustadzh Oemar Mita dengan judul "Adzab yang Disegerakan".

Judul tersebut diambil dari cerita nyata seorang anak yang memiliki Ayah yang sudah lanjut usia. Semakin lanjut usia OrangTua, maka semakin besar Allah sedang membukakan pintu surga kepada kita.

Sahabat Nabi ada yang bercerita kepada Syech Khuraifi.
Ia ingin bertobat. Dosanya sangatlah besar. Dulu ia punya OrangTua, baktinya kepada Ayah belum maksimal. Sampai pada suatu hari, Ia mencium bau tidak sedap dari kamar Ayah. Pembantu nya menceritakan bahwa setiap kali Ayah nya makan, itu tidak pernah habis dan menjadi basi. Ia pun berfikir, dan mendapat ide dan Ia akan memindahkan Ayahnya ke suatu gudang untuk dijadikan kamar. Dan Ia pun berbohong kepada Ayahnya, dengan berdalih agar Ayahnya bisa istirahat dengan tenang. Sang Ayahpun meng-iyakan padahal Ia tahu bahwa itu sebuah gudang. Kemudian, Sang Ayah makan dengan menggunakan piring akan tetapi dari hari ke hari Sang Ayah yang lanjut usia tidak sengaja memecahkan piring tersebut. Sehingga, pembantunya bercerita kepada Sang Majikan. Bukannya memaklumi Sang Ayah, si Anak tersebut justru meminta pembantunya mengganti dengan piring plastik untuk digunakan makan oleh Sang Ayah. Singkat cerita, akhirnya Sang Ayah meninggal.

Setelah prosesi pemakaman Sang Ayah, si Anak ingin merubah menjadi gudang kembali kamar yang digunakan oleh Sang Ayah. Iapun berserta anak-anaknya masuk ke kamar Kakeknya, kemudian anak-anaknya lantas mengambil bekas piring plastik dan gelas plastik yang digunakan oleh Sang Kakek saat masih hidup untuk makan.

Sang Ayahpun bilang "kembalikan Nak, itu piring dan gelas milik Kakek, jangan disentuh."
Si Anak yang umurnya belum genap 7 tahun berkata "tidak yah, gelas dan piring plastik ini akan saya simpan dan ketika Ayah sudah tua seperti Kakek, akan saya berikan piring dan gelas plastik ini untuk Ayah pergunakan saat makan."

----dibayar cash, kontan.---

itulah, kehidupan. Tingkat syukur kita bergantung kepada bagaimana kita berbakti kepada kedua orangtua. Apa yang kita tanam akan kita tuai dikemudian hari.

Muhasabah diri lagi dan lagi, yuk!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar