Selasa, 02 Oktober 2018

Pembelajaran Diri Dari Makna Dan Tingkatan Ikhlas Dalam Beribadah

***

Tidak ada yang bernilai dalam melakukan amalan ibadah terkecuali dalam dirinya dibarengi dengan rasa ikhlas, Karena dengan ikhlas inilah semua amalan ibadah kita akan diterima dan jauh bernilai serta lebih istimewa di sisi Alloh SWT.

Untuk itu penting bagi kita mengetahui arti ikhlas, sebagai pembelajaran diri, sejauh mana dan sampai dimana kita menjalankan keimanan dan ketaqwaan kita kepadaNya. Karena hakikat dalam beribadah itu sangat tergantung kepada keikhlasannya.

Dalam artian, jika jiwa kita lebih mengenal dan memahami ikhlas dalam berinadah dan beramal, maka hal itu akan senanatiasa menjadi sebuah anugerah yang tiada terhingga, terutama saat jiwa kita ini mampu merasakan arti daripada kenikmatan dalam beribadah.

Namun di balik semua itu, sangat penting pula kita memahami akan definisi ikhlas dan tingkatan ikhlas tersebut, jangan sampai semua amalan ibadah kita termasuk pada bagian yang tidak dianjurkan oleh agama. Dan berikut penjelasan mengenai iklhas dan definisnya.

Dalam Risalah qusyairiyah disebutkan :

وقال الفضيل بن عياض رحمه الله تعالى: (ترك العمل من أجل الناس رياء، والعمل من أجل الناس شرك، والإخلاص أن يعافيك الله منهما) "الرسالة القشيرية" ص 95 ـ 96

Fudhail bin Iyadl Rahimahullah berkata, "Meninggalkan amal karena manusia itu namanya riya', beramal karena manusia itu namanya syirik, dan ikhlas adalah jika engkau dijauhkan oleh Allah dari keduanya."

Sedang ibnu Ajibah Rahimahullah berkata :

الإخلاص على ثلاث درجات: إخلاص العوام والخواص وخواص الخواص

Ikhlas terdiri atas tiga tahapan :

فإخلاص العوام: هو إخراج الخلق من معاملة الحق مع طلب الحظوظ الدنيوية والأخروية كحفظ البدن والمال وسعة الرزق والقصور والحور

*1. Ikhlas awam.*
Yaitu, berbuat karena Allah semata, hanya menginginkan balasan dari sisi Allah. Namun masih menginginkan bagian di dunia dan akhirat, seperti : kesehatan dan kekayaan, Rizki yang melimpah, juga kemegahan di surga serta bidadari dan segala kenikmatannya.

وإخلاص الخواص: طلب الحظوظ الأخروية دون الدنيوية

*2. Ikhlas Khusus.*
Yaitu, hanya menginginkan bagian akhirat tanpa memperdulikan bagiannya di dunia. Akan tetapi jika diberikan bagian di dunia, dia akan tetap bersyukur, karena hal tersebut adalah anugrah dari Allah, hanya saja fokus utama dan tujuannya adalah akhirat.

وإخلاص خواص الخواص: إخراج الحظوظ بالكلية، فعبادتهم تحقيق العبودية والقيامُ بوظائف الربوبية محبة وشوقاً إلى رؤيته

*3. Ikhlas khawasul khawas (Ikhlasnya orang khusus dari yang khusus).*
Yaitu, melepaskan seluruh keinginan atau bagian kesenangan serta balasan di dunia dan akhirat, persembahan mereka semata-mata hanya untuk merealisasikan ubudiyah sekaligus melaksanakan hak dan perintah Ke-Tuhanan (Rububiyah), karena cinta dan rindu untuk melihat Allah SWT. Ini adalah tingkatan tertinggi di mana kita sudah tidak memikirkan balasan amaliah kita, kita beramal semata-mata untuk mendapatkan cinta dan ridho Allah, bahkan sudah tidak memikirkan lagi surga dan neraka asalkan Allah cinta dan ridho, hal tersebut adalah keinginan terbesar mereka yang berada di tingkatan ini.

Dalam kitab Minhajul Abidin terdapat permasalahan, yaitu :
Banyak masyayikh yang mengamalkan surat Waqiah sewaktu dilanda kesulitan (ayyamul usri), mereka membaca Quran yang termasuk amalan akhirat tapi dengan menghendaki harta dunia, apakah tidak termasuk riya'?

Imam ghazali menjawab : "Bahwa tujuan mereka adalah dunia yang digunakan untuk kebaikan, mengajarkan ilmu, menolak ahli bid'ah, membela kebenaran, mengajak-ngajak manusia menuju ibadah, dan mempermudah ibadah."

فَهَذِهِ كُلُّهَا إرَادَاتٌ مَحْمُودَةٌ لَا يَدْخُلُ شَيْءٌ مِنْهَا فِي بَابِ الرِّيَاءِ ؛ إذْ الْمَقْصُودُ مِنْهَا أَمْرُ الْآخِرَةِ بِالْحَقِيقَةِ

Artinya : Ini semua adalah keinginan/tujuan yang terpuji yang tidak masuk kedalamnya sesuatupun dari unsur riya'. Karena harta dunia (yang dicari dari surat Waqiah) hakikatnya adalah berorientasi akhirat. Hal ini berlandaskan pada hadits shohih; "innamal a'mal bin niyyaat", yang dijabarkan dalam sebuah hadits :

كم من عمل يتصور بصورة الدنيا فيصير من أعمال الآخرة بحسن النية, وكم من عمل يتصور بصور الآخرة فيصير من أعمال الدنيا بسوء النية

Artinya : "Betapa banyak amal yang berbentuk amal dunia tetapi menjadi amal akhirat karena baiknya niat dan betapa banyak amal yang berbentuk amal akhirat tetapi jadi amal dunia belaka karena jeleknya niat."

Dari penjelasan tingkatan dari pemaknaan ikhlas tersebut setidaknya bisa menjadi pembelajaran penting untuk lebih memaknainya sebagai tujuan dari ibadah kita selama ini. Karena dengan keikhlasan, keridhoan, rahmat, hidayah, taufiq, dan pertolongan dari Nya akan senantiasa diberikan kepada kita semua, insya Allah.

Wallohu A'lamu Bishowab.
Semoga Bermanfaat.

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar