Rabu, 03 Oktober 2018

Kisah Bisyr Al Haafi

Bisyr Al Haafi (150-227 H)

Nama lengkapnya adalah Abu Nasr Bisyr bin Al Harits Al Haafi , asalnya dari Merv, tinggal di Baghdad dan meninggal di sana.

Permulaan taubatnya Bisyr adalah suatu kali ia   mengambil kertas  bertuliskan asma Allah ta'ala di jalanan dan sebelumnya kertas itu telah di injak2 banyak orang.
Bisyr mengambil kertas itu dalam keadaan mabuk. Setelah kertas di ambil, ia membeli minyak wangi yg di gunakan utk mengharumkan kertas bertuliskan asma Allah itu, lalu di letakkan di dalam sebuah kotak.

Maka pada malam itu juga ada orang sholeh yg bermimpi seolah2 ada yg berkata kepadanya :
" Katakan kepada Bisyr, 'engkau telah mengharumkan nama-Ku maka akan Ku- harumkan namamu, engkau telah mengagungkan nama-Ku maka akan Ku- agungkan namamu dan engkau telah membersihkan nama-Ku maka akan Ku-bersihkan namamu. Demi keagungan-Ku pasti akan Ku-harumkan jiwamu di dunia dan akherat."

Orang sholeh itu langsung terbangun dan berkata : "mungkin mimpi ini dari syetan."
Lalu ia wudlu, sholat kemudian tidur lagi, namun masih juga mimpi utk yg kedua kalinya dengan mimpi yg sama. Ia bangun lagi dan berfikir, mungkin saja ini suatu kesalahan.

Orang sholeh itu wudlu lagi, sholat kemudian tidur. Untuk ketiga kalinya ia mimpi lagi dengan mimpi yg sama, akhirnya ia terbangun dan pagi harinya ia mencari Bisyr.
 Setelah bertanya kesana kemari akhirnya ada yg berkata :
" Bisyr kemaren berada di tempat mabuk2an, sekarang ia sudah pulang kerumahnya dalam keadaan hilang akal dan tdk tahu apa2 karena sedang mabuk."

Orang sholeh berkata : "kalian katakan kepada Bisyr bahwa aku punya pesan kepadanya."
" Pesan dari siapa ?" tanya Bisyr setelah ia di beritahu.
Orang sholeh berkata : "Pesan dari Allah azza wajalla."

Bisyir langsung menangis mendengar jawaban itu dan ia berkata : "mungkinkah pesan itu berisi teguran atau hukuman ? "
Orang sholeh menjawab : "bukan tentang keduanya ."
Lalu ia menceritakan mimpinya yg berulang tiga kali tsb.

Setelah itu, Bisyr menemui teman2nya yg biasa mengajak mabuk2an, utk perpisahan, ia berkata : "kalian selalu mencariku namun sekarang sudah tdk tersisa lagi bagiku kecondongan thd hal ini."
Mulai saat itulah Bisyr bertaubat, pamornya naik, derajatnya meningkat bahkan sampai tak seorangpun mendengar namanya disebut tanpa merasakan kedamaian syurgawi di hatinya dan beliau menempuh jalannya orang2 zuhud.

Saking tenggelamnya dalam menghadap Allah, ia sampai tak pernah memakai alas kaki, oleh karena itulah ia disebut dengan Bisyr Al Haafi (Bisyr yg tdk pernah memakai alas kaki)
Pernah di tanyakan kepadanya : "Mengapa tdk memakai alas kaki ?"
" Karena ketika aku bertaubat kepada Allah, waktu itu aku dalam keadaan tdk memakai alas kaki, dan semenjak itu aku malu utk mengenakan alas kaki ."

Bisyr juga berkata : "Bumi adalah permadani yg Allah ta'ala hamparkan di depan pintu kebesaran-Nya utk pelayanan para kekasih-Nya, adabnya adalah permadani para raja tdk di injak kecuali dalam keadaan tanpa alas kaki."

 Termasuk diantara karomahnya Bisyr adalah selama beliau masih hidup di Baghdad, hewan2 jalanan seprti kuda dan keledai tdk pernah buang kotoran di jalanan demi mengagungkan Bisyr, karena beliau tidak pernah mengenakan alas kaki.
Suatu hari ada seseorang yg menuntun hewan kendaraannya, tiba2 ia melihat hewan itu buang kotoran di jalanan, kontan saja ia menjerit dan menangis, ia berkata :
" Bisyr telah wafat ....! "

Orang2 bertanya : "Bagaimana engkau tahu kalo beliau wafat ?"
Ia menjawab : "sudah ma'lum selama beliau masih hidup, tdk seorangpun melihat kotoran hewan di jalanan Baghdad dan ini jelas berbeda dari umumnya, namun sekarang aku melihat hewan kedaraanku ini buang kotoran di jalanan, maka tahulah aku bahwa Bisyr telah meninggal dunia."
Semoga Allah merahmatinya.

Wallohu a'lam.

Dinukil dari kitab Tadzkirotul Auliya

 *Kyai Nur Hamzah*

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar