_Karya : as-Sayyid al-'Allamah al-Imam Muhammad bin 'Alawi al-Maliki al-Hasani al-Makky_
*Edisi : 01*
*BAB I*
*BAKAT DAN SIFAT NABI*
*Kesucian dan Silsilah Keturunan Nabi*
Ibnu ‘Abbas meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda : “Aku tidak dilahirkan dari perkawinan dengan cara jahiliah, melainkan dari pernikahan Islam.”
Hisyam bin Muhammad al-Kalbi meriwayatkan dari ayahnya, bahwa ia pernah menuliskan nama untuk Nabi lima ratus ribu, dan tak seorangpun yang melahirkan dengan cara perkawinan jahiliah.
Imam ‘Ali bin Abi Thalib juga meriwayatkan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda : “Aku dilahirkan dari perkawinan yang sah. Sejak dari Adam hingga ayah dan ibuku tidak sedikitpun tercemar oleh noda-noda jahiliah.”Ibnu ‘Abbas meriwayatkan dalam hadis yang lain, bahwa Nabi ﷺ bersabda : “Tidak sekali-kali pertemuan ayah dan bundaku dengan perkawinan yang tidak sah. Allah memindahkan aku dari sulbi yang baik ke rahim yang suci, bersih dan terpelihara. Dan tidak ada suku yang terpecah menjadi dua, melainkan aku berada di tempat yang terbaik di antara keduanya.”
‘Aisyah meriwayatkan pula bahwa Nabi ﷺ bersabda : “Jibril pernah berkata : “Aku telah membolak-balikkan bumi ini dari barat hingga timur. Maka tidak aku jumpai seorangpun yang lebih utama dari Muhammad, dan tidak kulihat suku yang lebih mulia dari Bani Hasyim.”
Imam Bukhari dalam kitab sahihnya meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ bersabda : “Aku dibangkitkan pada sebaik-baik kurun yang pernah dialami oleh anak Adam, dari generasi ke generasi berlalu silih berganti, hingga generasi di tempat aku berada sekarang.”
Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat Wathilah bin Asga’, bahwa Nabi ﷺ bersabda : “Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail, memilih suku Quraisy dari keturunan Kinanah, dan memilih suku Quraisy dari Bani Hasyim. Dan aku ini pilihan dari Bani Hasyim.”
Al-‘Abbas meriwayatkan pula, bahwa Nabi ﷺ bersabda : “Allah yang menciptakan makhluk-Nya. Menjadikan diriku berada pada sebaik-baik kelompok. Kemudian Dia memilih suku-suku bangsa dan menjadikan diriku pada sebaik-baik rumpun. Maka aku ini berasal dari sebaik-baik asal muasal dan sebaik-baik keluarga.”
Demikia juga Ibnu ‘Umar meriwayatkan, bahwa Nabi ﷺ bersabda : “Allah memilih makhluk-Nya di antara keturunan Adam, kemudian aku dipilihnya dari suku bangsa Arab, maka akulah pilihan dari golongan terpilih.”
Sementara itu patut untuk diketahui bahwa Nabi dilahirkan sebagai anak tunggal. Tidak bersaudara kandung, baik laki-laki maupun perempuan, karena kehendak Allah. Agar puncak kemuliaan silsilah keturunan yang menjadi ciri khas bagi martabat kenabiannya berlaku hanya untuk beliau seorang.
Bila diteliti silsilah keturunan dan segala hal yang berkaitan dengan kelahirannya, maka kita akan yakin bahwa Nabi ﷺ benar-benar seorang Nabi pilihan dari rumpun Bani Hasyim dan suku Quraisy. Suku yang merupakan inti dari bangsa-bangsa yang hidup di seluruh jazirah Arab. Di dalamnya terhimpun segala nilai dan unsur kemuliaan dari ayah bundanya. Lagi pula, tumpah darahnya adalah semulia-mulia negeri di sisi Allah.
Sungguh indah dan tepat apa yang dikatakan oleh Syamsuddin Ad-Dimasyqi dalam gubahan syair-nya :
Allah memelihara nenek moyangnya
Demi keturunan Muhammad dan nama baiknya
Mereka bebas terhindar segala noda
Akibat perkawinan yang tercela
Sejak Adam sampai ayah bundanya
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
=================
https://www.instagram.com/madinah_rj/
www.ypkpi-jateng.org
www.majlistaklimalamin.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar