Senin, 15 Oktober 2018

Bab 1 Edisi 12 Sosok Keteladanan Muhammad ﷺ

Assalamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Insan Kamil - Sosok Keteladanan Muhammad ﷺ
Karya : as-Sayyid al-'Allamah al-Imam Muhammad bin 'Alawi al-Maliki al-Hasani al-Makky

BAB I
Edisi : 12
Uraian Hikmah Pembelahan Dada




  
5. As-Suhaility berkata : “Jantung hati Nabi ﷺ dicuci dalam tempat dari emas, seperti tersebut dalam beberapa riwayat pada peristiwa itu. Karena emas itu yang dalam bahasa Arab dzahab, sesuai dengan apa yang tersirat maka kalimat itu mengisyaratkan dan memberi petunjuk akan kalimat dzahab yang berarti menghilangkan, seolah-olah Allah menghendaki hilangnya segala noda dan kotoran, dan mensucikan beliau dengan sesuci-sucinya. Disamping itu, emas adalah logam mulia yang paling bersih zat dan unsurnya dibandingkan dengan logam-logam dan benda-benda yang lain.”
.
6. Ibnu Abi Jamrah berkata : “Dalam mencuci, bukan air dari surga yang dipakai. Karena air Zam-Zam dari sana, maka dikehendaki agar berkat Nabi ﷺ yang mulia itu tetap langgeng berada di bumi ini.” Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa air Zam-Zam itu yang mulanya ditemukan di zaman Nabi Ismail 'alaihissalam di samping air Zam-Zam sudah mendarah mendaging dalam tubuh Nabi ﷺ. Maka dialah sebagai pemilik Zam-Zam dan negeri (Makkah) yang diberkati oleh Tuhan. Wajarlah bila Rasul ﷺ sebagai keturunan langsung dari Nabi Ismail 'alaihissalam mewarisinya. Dan itu juga sebagai isyarat bahwa kekuasaan akan berpindah ke tangannya. Maka sesudah Fathul Makkah, dibukanya dan dikuasainya kembali kota Makkah, beliau ﷺ menyerahkan tugas siqayah atau menyediakan air untuk jamaah haji, kepada pamannya Abbas dan sebagai juru kunci Ka’bah kepada Ustman bin Abi Syaibah.
.7. Adapun hikmah dicucinya dada beliau dengan air es dan salju menurut sebagian riwayat, maka di samping keduanya sebagai penawar sangat bersih, tidak tersentuh oleh kotoran tanah. Bukanlah air dan salju itu melambangkan kecerahan masa depan Nabi ﷺ dan ummatnya, serta syariat yang dibawanya. Masa depan baginya akan lebih cerah, Kemenangan demi kemenangan yang akan diraihnya itu akan menunjukkan batin dan menenangkan hatinya. Ditambah lagi ampunan Allah kepada ummatnya.

.
8. Ibnu Naihiyah berkata : “Dada beliau dicuci dengan es, karena rasa keyakinan yang sangat menyejukkan hatinya. Ini sejalan dengan do’a beliau ﷺ pada tiap takbiratul ihram dalam shalat : “Ya Allah, cuci dan bersihkanlah segala dosaku, dengan air es dan barad.””
.
Maka Allah menghendaki agar dada beliau ﷺ dicuci dengan air yang berasal dari surga dalam mangkok yang terbuat dari emas, penuh hikmah dan keimanan, agar hati itu merasakan kelezatannya, lebih tekun mengajak manusia untuk masuk dalam surga itu, agar memperoleh segala kenikmatan-Nya. Demikian pula karena musuh-musuh yang selalu mencela dan mencacinya, maka Allah menghendaki agar ia terhindar dari sifat sifat manusiawi, seperti : sempit dada dalam menghadapi kecaman dan tantangan lawan-lawannya. Supaya hati itu tetap tabah sebagaimana firman Allah : “Dan Kami sungguh mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit, disebabkan karena apa yang mereka ucapkan.” (QS. Al-Hijr : 97)
.
Maka hati itu dicuci bukan sekali dua kali. Tatkala di perang Uhud dan beliau ﷺ terkena pukulan sehingga luka di bagian kepalanya dan retaklah giginya, beliau ﷺ hanya berdoa : “Ya Allah, ampunilah kaumku karena mereka tidak mengetahui.”
.


اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين

Tidak ada komentar:

Posting Komentar