Assalamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.
Insan Kamil - Sosok Keteladanan Muhammad ﷺ
Karya : as-Sayyid al-'Allamah al-Imam Muhammad bin 'Alawi al-Maliki al-Hasani al-Makky
BAB I
Edisi : 11
Uraian Hikmah Pembelahan Dada
4. Tentang hikmah berulang kalinya pembedahan dada beliau, maka Ibnu Hajar setelah mengutip kisah pembedahan dada Nabi ﷺ yang pertama, kedua, dan yang ketiga, berkata : “Bahwa masing-masing peristiwa itu mengandung hikmah yang besar. Pertama; pembedahan dada itu terjadi di masa kecilnya agar sempurna dalam hal ihwalnya dan terlindung dari dari gangguan syetan yang terkutuk. Kedua; terjadi menjelang kebangkitannya sebagai Rasul, untuk menambah kehormatan baginya dalam tugas sucinya. Karena akan menerima apa yang akan diturunkan kepadanya, dan hal tersebut membutuhkan keteguhan hati dan kondisi yang sangat bersih dan suci. Ketiga; ketika akan pergi pada malam Isra’ dan Mi’raj menuju langit, sebagai persiapan menghadap dan bermunajat dengan Tuhan Al-Khaliq.”
.
Al-Hafidz Assyamsy berkata : “Hikmah dibelahnya dada Nabi ﷺ yang kedua dapat pula dikatakan bahwa hal itu terjadi pada usia menjelang kedewasaan, Maka dibelahnya dada beliau pada waktu itu, dan disucikan hatinya agar tidak mengalami apa yang biasa dialami manusia yang sedang dalam masa peralihan itu.”
.
Ibnu Hajar berkata lagi bahwa kemungkinan dicucinya hati Nabi ﷺ sampai berulang kali agar makin bertambah kebersihannya. Pembersihan hingga tiga kali adalah sebagai contoh yang ada pada sebagian ajaran syariatnya.
Sedang Ibnu Jamrah berpendapat bahwa dicucinya hati Rasulullah ﷺ padahal ia suci bersih, tempat mengalirnya segala kebaikan, di samping gumpalan darah yang dikeluarkan dari dadanya di waktu kecilnya, semua itu adalah sebagai persiapan bagi apa yang akan diterimanya dan dialami pada malam Isra’ Mi’raj di alam yang tinggi.
.
Hikmah serupa itu, misalnya dapat kita jumpai pada baiknya seseorang berwudhu lagi untuk bersembahyang. Bagi yang sudah mempunyai wudhu karena cara yang demikian, sebagai penghormatan dan persiapan untuk bermunajat dan tegak berdiri di hadapan Allah. Karena itu disunnahkan, walaupun wudhu yang pertama sudah cukup sempurna sedang yang lain sebagai penghormatan semata-mata. Kiranya demikian pula dibersihkan hati Rasulullah ﷺ. Allah berfirman :
“Demikian perintah Allah, barangsiapa menggunakan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj)
.
Karena itu pulalah dibersihkan dan disucikan hati Rasulullah ﷺ sebagai suatu isyarat untuk umatnya agar melakukan segala apa yang sifatnya mengagungkan syiar Allah.
.
Al Burhan An Nu’many berkata : “Dimustahabkan (disunnahkan-red) mandi bagi siapa yang akan memasuki Al-Haram yang mulia ini. Apalagi bagi yang akan memasuki alam yang tinggi menghadap hadirat Ilahi Rabbi yang Maha Suci. Kalau memasuki Al-Haram yang ada di alam bendawi itu baik sekali bila seseorang membersihkan fisiknya, maka bagi yang akan menghadap hadirat Yang Maha Agung di alam malakut, sewajarnya dengan kebersihan dan kesucian batin dan hati nurani. Nabi ﷺ dipanggil menghadap pada malam Isra’ untuk menerima kewajiban shalat dan untuk memohon ampunan bersama Malaikat di langit. Sedang shalat itu adalah bersuci, maka beliau ﷺ telah disucikan lahir dan batin serta rohaninya.”- Dan kalau seandainya masih ada yang berkata bahwa bukankah Nabi ﷺ itu dijadikan oleh Allah dari cahaya, yang berpindah tempat dari seorang Nabi yang satu kepada Nabi yang lain, maka dalam kebersihan cahaya itu, masih perlukah dibersihkan lagi secara fisik? Itupun bukan sekali saja, tapi terjadi sampai tiga kali. Padahal beliau suci dari segala noda yang ada pada manusia biasa? Maka ketahuilah bahwa pembedahan dada Nabi ﷺ yang pertama, kedua, dan ketiga itu dalam rangka ilmul yaqin, ‘ainul yaqin, dan haqqul yaqin.
.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
@madinah_rj
https://www.instagram.com/madinah_rj/
www.ypkpi-jateng.org www.majlistaklimalamin.org
Senin, 08 Oktober 2018
Bab 1 Edisi 11 Sosok Keteladanan Muhammad ﷺ
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar