KISAH RASULULLAH صل الله عليه و سلم
Jilid ke-33
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سیدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سیدنا مُحَمد
Bilal bin Rabbah
Beberapa pengikut Rasulullah yang pertama
berasal dari kalangan miskin dan lemah. Ajaran Islam yang melarang penindasan
membuat banyak budak dengan segera menjadi seorang Muslim. Namun, jika tuan
mereka tahu akan hal ini, para budak itu dipaksa harus memilih:
kembali menyembah berhala atau disiksa
habis-habisan.
"Lemparkan dia dan baringkan tubuhnya di
atas pasir!" raung Umayyah bin Khalaf Al Juhmi. Rupanya, ia sangat murka
mengetahui seorang budaknya, Bilal bin Rabbah, menjadi pengikut Rasulullah.
Lebih murka lagi ia ketika tahu bahwa Bilal, si pemuda hitam itu, lebih memilih
menghadapi siksa dan membangkang kehendaknya daripada harus keluar dari agama
barunya itu.
Orang-orang suruhan Umayyah membuka seluruh
baju Bilal. Kemudian, budak malang itu ditelentangkan di atas padang pasir yang
panasnya begitu menyengat saat matahari berada di atas kepala.
"Budak jelek, engkau akan diperlakukan
seperti ini hingga engkau mati atau engkau mengingkari Muhammad dan kembali
menyembah Lata dan Uzza!".
Menghadapi ancaman itu, Bilal hanya
berkata,
"Ahad! Ahad!" ("Maha Esa
Allah! Maha Esa Allah! ")
Suara cambuk memerihkan telinga ketika Bilal
disiksa, "Ahad! Ahad!"
"Letakkan batu besar di atas
dadanya!" raung Umayyah.
Bilal merasa dadanya hampir remuk dan terasa
sesak sekali, sehingga nyaris ia tidak dapat lagi bernapas atau pun bersuara,
tetapi ia tetap melantunkan kalimat juangngya. "Ahad! Ahad! Ahad!"
Ibu Bilal, Hamamah, juga disiksa tuannya.
Menurut suatu riwayat, ia gugur dalam penyiksaan itu dan wafat sebagai
syuhada.
(Dalam riwayat yang lain, Hamamah,
dimerdekakan Rasulullah).
Khalid bin Sa'id
Seperti Bilal, Khalid bin Sa'id termasuk
orang-orang pertama yang beriman. Khalid adalah orang ke kelima yang masuk
Islam. Ia bermimpi akan jatuh ke jurang api, tapi diselamatkan oleh seseorang
yang ternyata ia adalah Rasulullah SAW.
Siksaan Demi Siksaan
Setelah melihat Umayyah menyiksa Bilal
sedemikian kejam, para pemilik budak dan pembesar Quraisy yang lain ikut
menyiksa para budak mereka yang ketahuan memeluk agama Islam. Beragam siksaan
sangat kejam ditimpakan kepada para pemeluk Islam pertama itu.
"Hukuman apa yang harus kutimpakan kepada
budak pembangkang ini, Tuan?" Tanya algojo.
Sang Tuan tersenyum sinis, "Cambuk dia
sampai tanganmu tidak mampu lagi!"
Algojo melaksanakan tugasnya dengan patuh.
Suara lecutan cambuk disertai erangan orang terdengar dari detik ke detik.
Setiap lecutan membuat rasa sakit lebih perih dari lecutan sebelumnya. Sebagian
orang yang kuat bertahan hingga pingsan. Sebagian yang lain gugur karena tidak
kuat menahan derita.
Lebih dari itu, ternyata bukan hanya cambuk
yang bicara.
"Buka pakaiannya!" perintah seorang
bangsawan kepada tukang pukulnya.
Beberapa budak Muslim yang malang itu segera
saja menjadi tidak berbaju.
"Pakaikan mereka pakaian besi yang ketat
menempel di kulit!" seringai sang bangsawan.
Para tukang pukul segera menurut.
"Sekarang, bakar baju besi yang telah
dikenakan itu!" seru bangsawan dengan buas.
Jerit kesakitan budak-budak Muslim itu amat
memilukan karena baju besi yang dibakar itu menghanguskan seluruh kulit tubuh
mereka.
Ummu Ubais dan Zinnirah
Ummu Ubais dan Zinnirah adalah dua perempuan
Muslim yang disiksa sampai jadi buta. Orang-orang Quraisy mengejek dengan
mengatakan bahwa kebutaan itu disebabkan mereka dikutuk berhala.
Akan tetapi, dengan izin Allah, keduanya
kemudian dapat melihat lagi sehingga orang-orang Muslim dapat membalas ejekan
orang-orang kafir.
Diceritakan oleh : Bu Hj Lathifah,Paldaplang,Jogomerto,Baron
Diceritakan kembali oleh : Bapak Ahmad di Majelis Ilmu & Amal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar